Berita
Perluas Jangkauan ke Wilayah Timur, Kemenhut Gelar ToF IHN 2.0 Tahap Kedua di Makassar
Makassar, 4 Mei 2026 – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan melanjutkan komitmen penguatan data kehutanan nasional dengan menyelenggarakan Training of Facilitator (ToF) Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 tahap kedua di Makassar. Kegiatan yang berlangsung pada 4-8 Mei 2026 ini merupakan kesinambungan dari tahap pertama yang sukses dilaksanakan di Bogor pada 21-25 April lalu.
Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Herban Heryandana, dalam arahannya saat membuka acara menekankan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari rencana strategis nasional untuk mensosialisasikan metode IHN 2.0 ke seluruh penjuru Indonesia. Jika tahap pertama di Bogor difokuskan bagi perguruan tinggi wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, maka pelaksanaan di Makassar ini menyasar para fasilitator dari wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“ToF IHN 2.0 ini dirancang secara sistematis untuk memberikan pemahaman menyeluruh, mulai dari aspek kebijakan hingga teknis lapangan. Kami ingin memastikan adanya keseragaman prosedur dan metode pengukuran sehingga data kehutanan yang dihasilkan dari seluruh wilayah Indonesia memiliki standar kualitas yang tinggi dan akurat,” ujar Herban Heryandana.
Metode IHN 2.0 sendiri merupakan transformasi dari kegiatan inventarisasi yang telah berjalan sejak 1989. Melalui dukungan pendanaan Proyek RBC 2 dan 3 Tahap 2 hasil kerja sama dengan Norwegia, program ini mengintegrasikan pengumpulan data kuantitas dan kualitas sumber daya alam dengan evaluasi kondisi lingkungan secara terus-menerus.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga mempertegas sinergi antara pemerintah dengan dunia akademik melalui kerja sama dengan Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA). Tercatat hingga tahun 2026, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 48 Perguruan Tinggi anggota FOReTIKA.
Pelatihan di Makassar ini melibatkan dosen dari berbagai universitas di wilayah timur Indonesia, guru SMK Kehutanan, serta widyaiswara dari Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM.
Selain sesi teori, para peserta juga akan mendapatkan pembekalan teknis yang mendalam untuk menjadi rujukan pengajaran mata kuliah inventarisasi hutan di institusi masing-masing.
Dengan terlaksananya tahap kedua ini, Kementerian Kehutanan berharap implementasi metode IHN 2.0 di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Hal ini sejalan dengan target Pemerintah untuk memperkuat langkah strategis pembangunan kehutanan berkelanjutan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan hingga tahun 2029.
Penanggung Jawab Berita/Siaran Pers:
Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia
Berita Terpopuler
Dibaca: 4065 kali
Dibaca: 3353 kali
Dibaca: 3213 kali
Dibaca: 2935 kali
Dibaca: 2742 kali
Dibaca: 2556 kali
Dibaca: 2424 kali
Dibaca: 2294 kali
Dibaca: 2254 kali
Dibaca: 2254 kali
Pengunjung
Total
25511
Tahun ini
144
Bulan
6
Hari ini
1
